Kemarin baca sebuah artikel di Kompas judulnya Akhirnya Kota Pahlawan Punya Pahlawan agak kaget juga bacanya, ternyata fakta membuktikan belum ada satupun pahlawan nasional yang berasal dari kota Surabaya, notabene setiap anak SD-pun tahu kalo Surabaya adalah kota Pahlawan….. ironi
Dan sampailah beberapa hari lalu akhirnya salah satu Arek Suroboyo, Bung Tomo diakui pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.
Well…. Apalah artinya sebuah pengakuan gelar Pahlawan Nasional ….toh makna pahlawan sejati jauh diatas pengakuan dan Gelar itu sendiri.
Dan sampailah beberapa hari lalu akhirnya salah satu Arek Suroboyo, Bung Tomo diakui pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.
Well…. Apalah artinya sebuah pengakuan gelar Pahlawan Nasional ….toh makna pahlawan sejati jauh diatas pengakuan dan Gelar itu sendiri.
Tadi barusan dari Gramed ada buku baru dipajang di meja depan pintu. Iseng-iseng tak lihat Pertempuran 10 Nopember 1945. Hmmm dari sampul muka sekilas kayak mirip buku-buku interpretasi sejarah yang kini biasa muncul mengulas tentang sebuah peristiwa dan bisa-bisa keluar 2 sampe 3 versi buku, beda penulis bahkan saling bertentangan…
kesimpulannya ….males baca.....
Tapi tunggu tak lihat bagian dalam …. ternyata agak beda nih buku. Penulisnya Bung Tomo asli dan bukan buku interpretasi sejarah orang-orang masa kini,
Pernah diterbitkan kira-kira 57 tahun yang lalu…. weleh-weleh. Dan kini coba diterbitkan ulang.
Buat kalian yang ngaku arek Surooboyo atau minimal arek Jawa Timur boleh lah… meluangkan isi dompet dan waktu biar tahu sejarah yang satu ini….
Hahh... Baca buku sejarah ..???
Hahh... Baca buku sejarah ..???
Yaa… anggap aja kayak baca dongeng atau cerpen lah.....
Buku ini mengulas dengan jelas tentang perisiwa 10 Nopember 1945 yang kemudian hari diperingati sebagai hari Pahlawan, seperti apa pertempurannya ? apa sebabnya ? bagaimana kronologinya ? siapa arsiteknya ? siapa tokok yang terlibat ? dan bagaimana pula akibatnya ? bacalah sendiri….
Memang buku ini ditulis dari sudut pandang Bung Tomo, tapi dari cara pengungkapannya Bung Tomo mencoba untuk tidak bertendensi mementingkan pribadinya, selain gaya khas Suroboyonya yang lugas. Salah satu hal yang menonjol dan selalu dikenal dalam buku-buku sejarah umum anak SD sampai SMA adalah peran Bung Tomo mengobarkan semangat dalam pidato yang disebarkan lewat Radio.
Nahh… inilah yang menarik buku ini disisipi bonus CD berisi rekaman asli pidato Bung Tomo ketika mengobarkan semangat dalm peristiwa 10 Nopember 1945.
Ndengerin suara, gaya pidato dan isinya bener-bener khas dan bikin merinding....
Cobalah sendiri .....
Yok opo rek .....
F&G